BALIKPAPAN – Di tengah keterbatasan finansial dan kondisi keluarga yang penuh tantangan, Khusnul Khotimah atau akrab disapa Inuy, berhasil membuktikan bahwa semangat dan kreativitas mampu melahirkan peluang usaha yang berdampak positif. Lulusan S1 Akuntansi STIEPAN Balikpapan ini kini merintis sejumlah lini usaha, mulai dari jasa hingga kuliner, yang tak hanya menopang kehidupannya, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk berani memulai.
Berawal dari Jasa Ketik
Sejak duduk di bangku SMK, Inuy terbiasa mencari cara untuk mandiri. Dengan modal terbatas, ia memulai usaha JasaTulisBPN, layanan jasa ketik dan penyelesaian tugas administratif seperti makalah dan laporan.
“Awalnya tim saya ada empat orang, tapi sekarang difokuskan ke satu orang saja yang konsisten. Dari usaha ini saya belajar bahwa yang paling penting adalah menjaga kepercayaan klien dan profesionalitas,” ujarnya.
Lewat usaha sederhana ini, Inuy menyadari bahwa kerja keras dan ketekunan adalah pintu masuk menuju peluang yang lebih besar.
PrettyCharms Co: Kreativitas dalam Aksesori
Pada Januari 2025, Inuy merambah dunia usaha kreatif dengan mendirikan PrettyCharms Co, bisnis aksesori manik-manik (beads) yang tengah digemari anak muda. Produk seperti strap ponsel, gantungan kunci, hingga pernak-pernik beads menjadi andalan.
Keseriusannya membawa Inuy terlibat dalam kegiatan berbagi ilmu. Pada 31 Agustus 2025, ia menjadi mentor workshop beads watch di acara ArtsyClass yang digelar di Little Dandys Café.
“Bagi saya, itu momen berharga. Saya bisa berbagi kreativitas dan melihat langsung semangat anak muda lain dalam berkarya,” ungkapnya.
Merambah Dunia Kuliner dengan Tiramisu Ekonomis
Tak hanya jasa dan kerajinan, Inuy juga mencoba peruntungan di bidang kuliner dengan membuat tiramisu ekonomis. Terinspirasi dari tren kuliner di media sosial, ia mengolah bahan sederhana menjadi dessert dengan harga terjangkau, namun tetap bercita rasa istimewa.
Produk ini mendapat sambutan positif dari pelanggan. “Rasanya luar biasa enak, meski alat dan bahan yang dipakai sederhana,” katanya menirukan testimoni pembeli.
Tantangan dan Strategi Bertahan
Perjalanan Inuy tentu tak selalu mulus. Persaingan usaha, keterbatasan modal, hingga sepinya pembeli di beberapa event menjadi tantangan tersendiri. Namun ia memilih untuk tetap konsisten, berinovasi, dan membuka diri untuk berkolaborasi.
“Kadang hasilnya belum sesuai harapan, tapi yang penting saya tetap hadir, tetap mencoba. Saya percaya rezeki sudah ada porsinya masing-masing,” tuturnya.
Inspirasi untuk Generasi Muda
Bagi Inuy, usaha bukan hanya tentang keuntungan finansial, melainkan ruang untuk berkarya, belajar, dan berbagi. Ia berharap usahanya bisa berkembang lebih jauh, membuka lapangan kerja, dan menjadi inspirasi bagi anak muda, khususnya Gen Z dan Gen Alpha.
“Jangan pernah takut untuk memulai. Kreativitas kalian itu kekuatan besar. Jangan menunggu waktu sempurna, karena waktu yang paling tepat adalah sekarang. Sukses bukan hanya milik mereka yang lahir mapan, tapi juga bagi siapa saja yang berani bermimpi dan bekerja keras,” pesannya.
Kisah Inuy menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang. Dari jasa ketik sederhana hingga menjadi mentor workshop kreatif, ia menunjukkan bahwa keberanian, ketekunan, dan hati yang ikhlas mampu melahirkan karya nyata.(Far)
📍 NETIZEN BORNEO — Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo
🌐 Website: www.netizenborneo.com
📱 Instagram & Threads: @netizen_neo
🎥 TikTok: @netizen__neo
📞 WhatsApp Redaksi: 0896-4642-1855
✉️ Email: netizen.neo@hotmail.com

