BALIKPAPAN — Sidang terdakwa eks Direktur Persiba Balikpapan, Catur Adi Prianto, kembali ditunda Jumat (14/11/2025) di Ruang Kartika Pengadilan Negeri Balikpapan. Penundaan terjadi karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Balikpapan belum menerima rencana tuntutan dari Kejaksaan Agung.

Perkara nomor 381/Pid.Sus/2025/PN Bpp ini dipimpin Hakim Ketua Ari Siswanto. Sebelumnya, sidang juga sempat ditunda Rabu (12/11/2025). Saat itu, JPU Eka Rahayu meminta waktu tambahan karena tuntutan belum siap.

JPU Memohon Waktu Tambahan untuk Tuntutan

JPU Eka Rahayu menyampaikan kepada majelis hakim, “Izin tuntutan belum siap, Yang Mulia.” Hakim Ketua mengingatkan bahwa jadwal putusan tetap harus berjalan tepat waktu.

JPU kemudian memohon waktu hingga Senin (17/11/2025) untuk menyiapkan tuntutan. Penasihat hukum terdakwa juga meminta waktu yang sama untuk menyusun pledoi. Pledoi dijadwalkan Rabu (19/11/2025).

Majelis Hakim menyepakati jadwal tersebut. Semua proses, termasuk tuntutan, pledoi, replik, dan vonis, harus rampung dalam dua minggu ke depan.

Alasan Penundaan Tuntutan

JPU Eka Rahayu menjelaskan, penundaan karena rencana tuntutan (rentut) dari Kejaksaan Agung belum turun.

“Perkara Catur ini rentutnya melalui Kejaksaan Tinggi ke Kejaksaan Agung. Hingga saat ini, rencana tuntutan belum kami terima,” jelas Eka.

Ia menambahkan, pihak penuntut umum akan menanggapi pembelaan terdakwa melalui replik pada 25–26 November 2025.

Agenda Sidang Sebelumnya

Sidang kasus dugaan peredaran narkotika di Lapas Balikpapan digelar Rabu (5/11/2025). Tim penasihat hukum menghadirkan saksi a de charge atau saksi yang meringankan, termasuk Amir, pengajar ilmu hukum.

Penasihat hukum mempertanyakan kemungkinan seseorang dijerat pasal narkotika tanpa ditemukan barang bukti. Amir menjelaskan, penetapan tersangka juga merujuk pada Pasal 184 KUHAP dan kausalitas perbuatan.

Tim penasihat hukum juga menyoroti kualitas saksi yang hanya memberikan keterangan tidak langsung. Amir menegaskan, saksi testimoni tetap berlaku, tetapi kualitasnya lebih rendah dibanding saksi fakta yang melihat langsung.(Ind)

Tentang Netizen Borneo

📍 NETIZEN BORNEO — Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo
🌐 Website: www.netizenborneonews.com
📱 Instagram: @netizen_neo
🧵 Threads: @netizen_neo
🎥 TikTok: @netizen__neo
📘 Facebook: Netizen Borneo
📩 Email: netizen.neo@hotmail.com
💬 WhatsApp: 0896-4642-1855