BALIKPAPAN — Enam anak meninggal dunia setelah tenggelam di sebuah kubangan air di kawasan Jalan PDAM, Kilometer 8, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, Senin (17/11/2025) sore. Para korban diketahui bermain di area genangan yang terbentuk pada lahan terbuka RT 37 Grand City Balikpapan sebelum insiden tragis terjadi.

Detik-Detik Kejadian

Ketua RT 37 Graha Indah, Andi Firmansyah, menjelaskan bahwa kejadian berlangsung sekitar pukul 18.05 Wita. Lokasi tersebut merupakan area pembukaan lahan yang sudah lama tergenang air.

Dua warga, Salman dan Ryadi, yang sedang bermain layang-layang di dekat lokasi tiba-tiba mendengar teriakan dari arah kubangan. Mereka kemudian mendatangi sumber suara dan menemukan enam pasang baju anak-anak tergeletak di tepi kubangan. Temuan itu langsung memicu pencarian oleh warga sekitar.

Warga akhirnya menemukan dua anak, Kila dan Pais, dan mengantar mereka ke rumah sakit. Namun keduanya meninggal dunia dalam perjalanan. Empat korban lainnya ditemukan kemudian dalam kondisi tidak bernyawa.

Suasana Duka di Rumah Keluarga

Kediaman para korban di RT 37 dan RT 68 dipenuhi pelayat sejak pagi hari. Kerabat dan warga terus berdatangan untuk memberikan doa dan dukungan kepada keluarga.

Salah satu korban, Muhammad Rifai, menjadi anak terakhir yang ditemukan. Menurut keluarga, posisinya berada paling bawah saat kejadian sehingga pencarian berlangsung lebih lama. Jenazah Rifai lebih dulu disalatkan di Masjid Ad-Durun Nafis pada pukul 09.30 Wita, sebelum prosesi bergantian untuk korban lainnya.

Seluruh jenazah dimakamkan pada hari yang sama di pemakaman setempat.

Keluarga Merasa Lalai, Siap Lapor Polisi

Beberapa keluarga korban menyampaikan kekesalan terhadap kondisi kubangan yang dinilai berbahaya dan tidak mendapat pengamanan.

“Kami akan menuntut, Bang. Akan buat laporan polisi. Biar jera. Kami akan kawal proses ini supaya keadilan berjalan,” tegas Muhammad, paman salah satu korban.

Grand City Balikpapan Bantah Lokasi Masuk Area Proyek

Di tengah polemik yang berkembang, manajemen Grand City Balikpapan menegaskan bahwa lokasi kejadian bukan bagian dari wilayah pengembangan mereka.

Piratno, Land Bank & Permit Department Head Grand City, menyampaikan bahwa area tersebut memang berbatasan langsung dengan Grand City, tetapi berada di luar kawasan proyek.

“Lokasinya tidak termasuk dalam area pengembangan kami,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Selasa (18/11/2025).

RSKD: Seluruh Korban Meninggal akibat Mati Lemas

Spesialis Forensik Medikolegal RSKD Balikpapan, dr Hariyadi Bawono Putro, membenarkan bahwa keenam anak tersebut tiba dalam kondisi meninggal dunia.

“Dua jenazah datang lebih dulu, kemudian disusul empat jenazah lainnya. Semuanya dinyatakan meninggal,” jelasnya.

Tim forensik telah melakukan visum untuk mengetahui penyebab kematian dan memastikan tidak ada unsur kekerasan.

“Hasil awal tidak menunjukkan luka signifikan. Seluruh korban mengalami tanda mati lemas akibat kekurangan oksigen,” ungkap dr Hariyadi.

Pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk memastikan apakah kematian murni akibat tenggelam atau terdapat unsur pidana lain.(Ind)

📍 NETIZEN BORNEO — Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo

🌐 Website: www.netizenborneonews.com

📱 Instagram: @netizen_neo

🧵 Threads: @netizen_neo

🎥 TikTok: @netizen__neo

📘 Facebook: Netizen Borneo

📩 Email: netizen.neo@hotmail.com

💬 WhatsApp: 0896-4642-1855