PENAJAM PASER UTARA — Serangkaian pencurian misterius yang mengganggu pembangunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya terungkap. Satreskrim Polres Penajam Paser Utara (PPU) menangkap dua pelaku, JH (41) dan SW (39), yang selama ini beraksi pada dini hari di area proyek.
Pencurian pertama terjadi pada 19 Oktober 2025 ketika pekerja proyek MBG di Gunung Seteleng menemukan lima roll kabel listrik hilang saat tiba pada pagi hari. Kemudian, pada 15 November 2025, peristiwa serupa kembali terjadi di proyek MBG kawasan Nipah–Nipah, di mana dua roll kabel listrik dan dua lampu sorot raib tanpa jejak. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 7 juta.
Aksi Terencana dan Berulang
Pencurian di dua lokasi ini membuat pekerja resah, apalagi proyek MBG merupakan program publik yang membutuhkan infrastruktur listrik stabil. Selain itu, hilangnya kabel menghambat progres dan memaksa pekerja menunda beberapa instalasi penting.
Pekerja menduga pelaku memahami kondisi lapangan karena selalu memilih waktu paling sunyi untuk beraksi. Kecurigaan ini mendorong polisi bergerak cepat.
Polisi Temukan Pola Pencurian
Unit Tipidum Satreskrim Polres PPU melakukan pemeriksaan saksi, analisa TKP, hingga gelar perkara internal. Dari rangkaian proses itu, polisi menemukan pola yang sama dari setiap kejadian.
Penelusuran ini kemudian mengarah pada dua nama: JH dan SW. Keduanya ditangkap tanpa perlawanan.
Barang Bukti Lengkap, Aksi Bukan Spontan
Barang bukti yang disita cukup lengkap dan menunjukkan adanya persiapan khusus, antara lain:
- senter kepala
- gunting potong
- cutter
- obeng berbagai ukuran
- kunci pas
- kabel utuh
- tembaga hasil kejahatan
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa aksi pencurian telah direncanakan dan dilakukan dengan teknik minim jejak.
Polisi Pastikan Penyidikan Berlanjut
Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kasat Reskrim AKP Dian Kusnawan menyampaikan bahwa kedua pelaku mengakui telah mencuri di lima lokasi berbeda.
“Kedua tersangka JH dan SW sudah kami amankan beserta barang bukti. Dari hasil pemeriksaan, mereka mengaku telah melakukan aksi pencurian di lima lokasi berbeda. Penyidik terus melakukan pendalaman untuk memastikan tidak ada pelaku lain,” jelas AKP Dian Kusnawan.
Ia menegaskan bahwa kepolisian tidak akan membiarkan aksi kriminal mengganggu proyek strategis pemerintah, terlebih program yang menyentuh kepentingan masyarakat luas.
Proyek MBG Bisa Kembali Berjalan Normal
Dengan tertangkapnya pelaku, pembangunan MBG dapat kembali berjalan tanpa hambatan. Infrastruktur kelistrikan yang sebelumnya terganggu kini dapat dipasang ulang, dan pekerja merasa lebih aman melanjutkan pekerjaan di lapangan.
Penanganan cepat ini sekaligus memastikan bahwa proyek pelayanan publik tidak terhenti akibat ulah oknum yang memanfaatkan situasi sepi.(Del)
📍 NETIZEN BORNEO — Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo
🌐 Website: www.netizenborneonews.com
📱 Instagram: @netizen_neo
🧵 Threads: @netizen_neo
🎥 TikTok: @netizen__neo
📘 Facebook: Netizen Borneo
📩 Email: netizen.neo@hotmail.com
💬 WhatsApp: 0896-4642-1855

