BALIKPAPAN – Jejak sejarah industri migas Balikpapan masih dapat kita rasakan di Rumah Dahor Heritage. Bangunan panggung bergaya kolonial Belanda ini menjadi rumah tinggal pekerja kilang minyak BPM sejak awal 1900-an. Kini, sembilan bangunan yang tersisa berfungsi sebagai ruang edukasi yang dikelola langsung oleh komunitas lokal.
Transformasi Kawasan Bersejarah
Awalnya, kawasan ini menampung 27 unit rumah untuk pekerja kilang. Seiring waktu, masyarakat setempat merawat dan mengubah sembilan bangunan yang bertahan menjadi pusat edukasi. Saat ini, kawasan tersebut menyediakan museum mini, taman baca, dan perpustakaan sejarah migas yang rutin dikunjungi pelajar dan wisatawan.
Disporapar Dorong Pemberdayaan Pengelola Lokal
Kepala Disporapar Kota Balikpapan, C.I. dr. Ratih Kusuma, menekankan peran aktif warga dalam pengembangan destinasi budaya.
“Rumah Dahor merupakan ruang sejarah, namun destinasi budaya hanya akan maju jika warganya turut menggerakkan,” ujar Ratih, Rabu (19/11/2025).
Bahkan, Disporapar secara aktif mengajak pengelola bergabung dengan jaringan Pokdarwis.
“Melalui Pokdarwis, kami dapat memberikan pembinaan langsung, pelatihan, dan memperkuat manajemen wisata,” jelasnya.
Sinergi dengan Pemangku Kepentingan
Meski saat ini Pertamina tetap menjadi pembina utama, Disporapar terus membangun koordinasi. Selain itu, mereka fokus pada pengembangan SDM untuk memperkuat branding dan kelembagaan. Transformasi Rumah Dahor Heritage membuktikan bahwa pelestarian cagar budaya dapat bersinergi dengan pemberdayaan masyarakat dan pariwisata berkelanjutan.(zik)
📍 NETIZEN BORNEO — Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo
🌐 Website: www.netizenborneonews.com
📱 Instagram: @netizen_neo
🧵 Threads: @netizen_neo
🎥 TikTok: @netizen__neo
📘 Facebook: Netizen Borneo
📩 Email: netizen.neo@hotmail.com
💬 WhatsApp: 0896-4642-1855

