BERAU – Kekhawatiran terhadap potensi perilaku menyimpang di kalangan pelajar kembali menjadi perhatian DPRD Berau. Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menilai pengawasan perkembangan karakter dan perilaku siswa masih belum berjalan maksimal.

Menurutnya, ruang interaksi pelajar kini semakin luas, baik secara langsung maupun melalui media digital. Kondisi itu dapat membentuk pola pikir dan sikap yang tidak selalu sejalan dengan norma pendidikan maupun nilai sosial.

“Kalau tidak dicermati sejak dini, situasi ini bisa memicu tindakan yang bertolak belakang dengan nilai sosial,” ujar Sumadi.

Ia menyoroti sejumlah daerah yang dinilai lebih progresif dalam membangun sistem pembinaan khusus bagi siswa. Sistem tersebut diterapkan untuk pelajar yang menunjukkan kecenderungan atau indikasi sikap tertentu sehingga pencegahan dapat dilakukan sejak awal.

“Lemahnya pengawasan justru membuka peluang terjadinya penyimpangan. Kita harus belajar dari daerah lain yang sudah menerapkan pembinaan khusus,” tegasnya.

Sumadi meminta Dinas Pendidikan Berau mengambil langkah konkret. Salah satunya dengan mendata siswa yang memperlihatkan perilaku tidak umum atau kecenderungan yang perlu diarahkan.

Ia menegaskan, langkah tersebut bukan untuk memberikan label negatif, tetapi untuk menyelamatkan masa depan pelajar.

“Dinas Pendidikan bisa menginventaris siswa yang imajinasinya mulai mengarah pada hal-hal yang tidak wajar, agar mereka mendapat pembinaan sejak awal,” pungkasnya.(Dec)

📍 NETIZEN BORNEO — Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo

🌐 Website: www.netizenborneonews.com

📱 Instagram: @netizen_neo

🧵 Threads: @netizen_neo

🎥 TikTok: @netizen__neo

📘 Facebook: Netizen Borneo

📩 Email: netizen.neo@hotmail.com

💬 WhatsApp: 0896-4642-1855