PONTIANAK — Kasus penyebaran konten pribadi tanpa persetujuan yang menyeret seorang tenaga pengajar berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) berinisial AF menjadi perhatian publik di Pontianak. Pihak sekolah tempat AF mengajar akhirnya memberikan klarifikasi resmi untuk meluruskan informasi yang beredar.

Kasus ini mencuat setelah akun media sosial resmi sekolah menerima serangkaian pesan anonim berisi video pribadi yang melibatkan AF pada rentang Agustus hingga Oktober 2024.


Video Lama Disebar Ulang oleh Pihak Tak Bertanggung Jawab

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Farid Sapta Diansyah, membenarkan adanya laporan itu. Setelah dilakukan klarifikasi internal, AF mengakui bahwa dirinya memang berada dalam video tersebut. Farid menegaskan bahwa video itu merupakan dokumentasi pribadi yang dibuat jauh sebelum AF mulai mengajar.

“Benar, AF mengakui video tersebut adalah dirinya. Namun video itu dibuat sudah lama, sekitar masa pandemi COVID-19 tahun 2020, sebelum ia mengajar di sini,” tegas Farid, Selasa (25/11/2025).

Pihak sekolah menduga bahwa video tersebut sengaja disebarkan ulang oleh pihak ketiga dengan motif pribadi. Farid menilai tindakan itu melanggar ranah privasi dan tidak layak disebarluaskan kepada publik.


Sekolah Ambil Langkah Tegas dan Koordinasi dengan Dinas

Menimbang dampak sosial dan administratif, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Sekolah juga mengambil langkah mitigasi internal dengan menarik AF dari tugas tambahan sebagai wali kelas dan mencabut posisi struktural seperti pimpinan program keahlian.

“Kami sudah mengirim klarifikasi lengkap kepada dinas dan BKD. Namun kami masih menunggu tindak lanjut resmi. Karena AF merupakan penempatan dari dinas, keputusan status kepegawaiannya berada di tangan mereka,” jelas Farid.

Meski begitu, AF tetap mengajar seperti biasa. Sekolah menjelaskan bahwa mereka tidak memiliki wewenang untuk memberhentikan tenaga P3K secara sepihak.


Dampak Psikologis dan Penilaian Kinerja AF

Di luar persoalan terkait privasinya, Farid menilai kinerja AF selama satu tahun mengajar cukup baik. Hingga kini, sekolah tidak pernah menerima laporan terkait etika mengajar maupun perilaku terhadap siswa.

“Beliau mengajar dengan baik. Tidak ada laporan kekerasan, pelanggaran, ataupun keluhan dari peserta didik,” ujarnya.

Namun tekanan akibat penyebaran video pribadi tersebut memengaruhi kondisi psikologis AF. Menurut pihak sekolah, AF kini lebih tertutup. Ia datang hanya untuk mengajar dan langsung pulang setelah selesai.

Saat ini, AF disebut sedang menjalani pendampingan profesional dari psikiater. Ia juga rutin mengajukan izin setiap hari Jumat untuk proses pemulihan mental.


Harapan Sekolah

Pihak sekolah berharap Dinas Pendidikan segera mengeluarkan keputusan agar situasi tidak berlarut-larut dan aktivitas belajar mengajar tetap kondusif.(Sur)

📍 NETIZEN BORNEO — Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo

🌐 Website: www.netizenborneonews.com

📱 Instagram: @netizen_neo

🧵 Threads: @netizen_neo

🎥 TikTok: @netizen__neo

📘 Facebook: Netizen Borneo

📩 Email: netizen.neo@hotmail.com

💬 WhatsApp: 0896-4642-1855