LANDAK – Jalan Darit–Meranti, penghubung utama Kecamatan Menyuke dan Meranti, rusak parah dan nyaris tidak layak dilalui. Jalan berlumpur, penuh lubang, dan minim pemeliharaan membuat aktivitas warga terganggu, terutama saat hujan.

Pantauan Selasa (14/10/2025) menunjukkan genangan air dan lumpur tebal menutupi jalan. Kendaraan roda dua maupun empat sering terjebak. Warga pun harus saling membantu saat terperosok, sementara arus kendaraan sering tersendat.

Bernadus (45), tokoh masyarakat Menyuke, menyampaikan:

“Sudah hampir dua tahun jalan ini rusak dan belum ada perbaikan serius. Saat hujan, lubang berubah jadi genangan air dan makin licin. Jalan ini akses utama menuju kota kabupaten, seharusnya menjadi prioritas.”

Warga lain, Rani (28) dari Desa Kayuara, menegaskan risiko kecelakaan tinggi:

“Kalau berangkat kerja, saya harus ekstra hati-hati. Pernah jatuh karena jalan becek. Dari Kayuara sampai Meranti sangat tidak nyaman dilalui.”

Kerusakan jalan juga menghambat distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok warga.

Menanggapi hal ini, Plt Kepala Dinas PUPRPERA Kabupaten Landak, Jamelius, ST., MT, melalui Yulius Efendi, Plt Kepala Bidang Bina Marga, mengatakan:

“Perbaikan jalan Darit–Meranti sudah direncanakan sejak 2023 melalui DED dengan anggaran sekitar Rp 23 miliar. Namun, tahun 2025 jalan ini belum masuk prioritas. Saat ini anggaran hanya tersedia untuk rehabilitasi lantai jembatan rangka baja.”

Warga berharap pemerintah melakukan pemeliharaan sementara, agar risiko kecelakaan berkurang dan akses tetap lancar.

Masyarakat berjanji terus menyuarakan aspirasi agar Pemkab Landak segera memperbaiki Jalan Darit–Meranti, sebelum kerusakan makin parah.(Ada)


📍 NETIZEN BORNEO — Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo
🌐 www.netizenborneonews.com
📱 Instagram & Threads: @netizen_neo | Threads
🎥 TikTok: @netizen__neo
📘 Facebook: Netizen Borneo
📩 Email: netizen.neo@hotmail.com
💬 WhatsApp: 0896-4642-1855