KETAPANG — Sebuah video yang memperlihatkan dua pria diduga tengah mengonsumsi narkotika jenis sabu viral di media sosial dan beredar luas di kalangan wartawan di Kabupaten Ketapang, Selasa (3/2/2026). Akibatnya, aksi tersebut memicu keresahan warga sekaligus mendorong aparat kepolisian untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan.

Dalam rekaman video yang beredar, kedua pria yang diduga merupakan warga setempat itu tampak dengan santai mengisap sabu, bahkan sambil merekam aksi mereka sendiri. Selain itu, kepulan asap terlihat jelas keluar dari alat yang diduga bong. Tak hanya itu, mereka juga tampak memegang plastik klip berisi serbuk putih yang diduga kuat narkotika jenis sabu.

Video berdurasi singkat tersebut dengan cepat menyebar melalui berbagai platform media sosial maupun aplikasi percakapan. Seiring meluasnya penyebaran video, keberanian para pelaku merekam sekaligus menyebarkan aksi dugaan penyalahgunaan narkoba itu menuai kecaman keras dari masyarakat.

Sementara itu, pihak kepolisian membenarkan telah menerima informasi terkait video viral tersebut. Kasat Narkoba Polres Ketapang, AKP Dewa Made Surita, mengatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti informasi itu dengan melakukan penyelidikan.

“Kami lidik terlebih dahulu informasi ini. Terima kasih atas informasinya,” ujar AKP Dewa Made.

Di sisi lain, keresahan juga datang dari masyarakat. Doly Irawan (57), warga Kabupaten Ketapang, menyayangkan aksi tersebut karena dinilai mencoreng citra daerah. Menurutnya, fenomena ini menunjukkan lemahnya efek jera terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika.

“Sekarang orang sudah berani secara terbuka seperti itu, bahkan direkam sendiri. Ini bikin malu Kabupaten Ketapang. Aparat penegak hukum harus bergerak cepat dan tegas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Doly menilai maraknya kasus penyalahgunaan narkoba yang kerap terungkap belakangan ini menjadi alarm serius bagi kondisi Ketapang saat ini. Oleh karena itu, ia menyebut daerah tersebut sudah berada dalam situasi darurat narkoba.

“Kondisi ini sudah mengkhawatirkan. Ketapang sudah darurat narkoba. Sudah seharusnya ada Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) di Ketapang agar penanganannya lebih terfokus dan berkelanjutan,” kata dia.

Ia pun berharap, ke depan, keberadaan BNNK dapat memperkuat upaya pencegahan, rehabilitasi, serta penindakan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Selain itu, keterlibatan berbagai elemen masyarakat dinilai penting agar upaya pemberantasan narkoba dapat berjalan lebih efektif.(Aul)

Tentang Netizen Borneo

📍 NETIZEN BORNEO — Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo

🌐 Website: www.netizenborneonews.com

📱 Instagram: @netizen_neo

🧵 Threads: @netizen_neo

🎥 TikTok: @netizen__neo

📘 Facebook: Netizen Borneo

📩 Email: netizen.neo@hotmail.com

💬 WhatsApp: 0896-4642-1855