SANGGAU – Seorang perempuan berinisial J (48) ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun tanah longsor saat menggali batu di area bekas tambang milik PT Quality Sumber Sejahtera (QSS) di Dusun Perupuk, Desa Beginjan, Kecamatan Tayan Hilir. Peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa (11/11/2025) malam, dan baru diketahui warga pada Rabu (12/11/2025) pagi.

Kapolsek Tayan Hilir, Iptu Dwi Putra Pratiesya Wibisono, menjelaskan bahwa korban telah melakukan aktivitas penggalian tradisional di lokasi tersebut selama sekitar satu tahun.

“Korban sedang menggali tanah untuk mencari batu ketika tiba-tiba dinding tanah runtuh dan menimbunnya. Aktivitas dilakukan secara tradisional menggunakan alat sederhana,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).

Korban Sudah Dimakamkan, Polisi Tetap Lakukan Olah TKP

Menindaklanjuti laporan warga, Unit Reskrim Polsek Tayan Hilir bersama Bhabinkamtibmas Desa Beginjan langsung mendatangi lokasi. Namun setibanya di sana, korban sudah dievakuasi warga dan dimakamkan di rumah duka.

Meski demikian, polisi tetap melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di area bekas tambang PT QSS. Hasilnya, korban diperkirakan tertimbun tanah sedalam ±50 sentimeter, dengan posisi longsoran berasal dari tebing setinggi sekitar 7 meter.

Longsor diduga dipicu oleh kondisi tanah labil setelah diguyur hujan deras beberapa hari terakhir.

Lokasi Rawan Longsor, Masih Ada Warga Cari Batu Secara Tradisional

Iptu Dwi Putra menjelaskan bahwa area penggalian yang digunakan korban berada di dekat bekas tambang PT QSS yang sudah tidak beroperasi sejak beberapa tahun lalu. Meski begitu, sebagian warga masih mencari batu di kawasan tersebut untuk dijual ke pengepul.

“Wilayah ini memang rawan longsor karena kondisinya curam dan labil. Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penggalian di area bekas tambang, terutama tanpa alat pelindung diri dan pengawasan yang memadai,” tegasnya.

Pemeriksaan Masih Berlanjut

Dalam penyelidikan awal, polisi telah memeriksa satu orang saksi dari warga setempat. Penyidik juga akan memanggil saksi tambahan serta mengumpulkan bukti pendukung di sekitar lokasi untuk memastikan penyebab pasti longsor.

Selain itu, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk meningkatkan pengawasan warga di kawasan rawan bahaya.

Kapolsek menegaskan peristiwa ini menjadi pengingat serius mengenai risiko aktivitas tambang tradisional.

“Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati dan tidak mengambil risiko di lokasi yang berpotensi membahayakan jiwa,” pungkasnya.(AJF)


📍 NETIZEN BORNEO — Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo
🌐 www.netizenborneonews.com
📱 Instagram & Threads: @netizen_neo | Threads
🎥 TikTok: @netizen__neo
📘 Facebook: Netizen Borneo
📩 Email: netizen.neo@hotmail.com
💬 WhatsApp: 0896-4642-1855