HULU SUNGAI UTARA — Dugaan keracunan massal viral di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan RS Muara Tapus dipenuhi pasien, Minggu (1/2/2026). Para pasien tersebut diduga merupakan tamu undangan acara pernikahan di Desa Baruh Tabing, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Berdasarkan informasi yang beredar, para korban mengalami gejala muntah-muntah usai menyantap es buah yang disajikan dalam pesta pernikahan tersebut. Selain itu, video lain juga memperlihatkan proses pengambilan sampel es buah yang diduga menjadi penyebab keracunan massal. Tampak petugas mengambil sisa es buah di lokasi kejadian dengan didampingi pihak kepolisian.
hingga saat itu jumlah pasti pasien yang diduga mengalami keracunan massal belum diketahui secara rinci.
BPOM Lakukan Penelusuran
Seiring mencuatnya kasus tersebut, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Wilayah Tabalong langsung menyambangi RSUD Pambalah Batung, Amuntai, usai menerima laporan adanya puluhan warga yang mengalami keracunan makanan pada acara resepsi pengantin di Desa Baruh Tabing, Kecamatan Banjang, Kabupaten Balangan, Minggu (1/2/2026).
Kepala BPOM Wilayah Tabalong, Taufiqurrohman, secara langsung meninjau kondisi para korban, baik yang berada di IGD maupun yang menjalani perawatan inap. Bahkan, Taufiq juga mendatangi rumah warga yang menggelar acara resepsi guna memastikan penyebab keracunan massal tersebut.
“Setelah mendengar kabar adanya banyak warga yang keracunan, saya langsung ke rumah sakit Pembalah Batung untuk memastikan kondisi korban jangan sampai ada yang bersifat fatal,” ujar Taufiq.
Kondisi Korban Mulai Membaik
Berdasarkan hasil pemantauan BPOM, seluruh korban yang mengalami keracunan saat ini dalam kondisi aman dan telah mendapatkan penanganan medis yang optimal dari pihak rumah sakit. Selain itu, sebagian besar pasien juga telah diperbolehkan pulang.
“Info terakhir, dari 128 warga yang dirujuk, 120 orang sudah boleh pulang, jadi tinggal delapan orang yang masih dalam perawatan, namun Insyaallah kondisinya juga aman,” tambahnya.
Es Buah Jadi Indikasi Terkuat
Lebih lanjut, dari hasil skrining melalui wawancara langsung dengan para pasien, BPOM menemukan kesamaan pola konsumsi sebelum gejala muncul.
“Dari indikasi kami, kuatnya ada pada es buah, karena semua korban mengaku mengkonsumsi es buah dan gejalanya muncul cepat sekali, tidak sampai 30 menit, kemudian mereka langsung merasa mual dan muntah,” jelas Taufiq.
Sementara itu, beberapa sampel makanan lain seperti sop dan soto juga turut diamankan dan dilakukan skrining di lapangan. Namun demikian, indikasi paling kuat tetap mengarah pada es buah.
Dugaan Air Mentah Jadi Penyebab
Dari hasil penelusuran awal, BPOM juga menemukan fakta bahwa es batu yang digunakan tidak melalui proses pemasakan. Es tersebut dibuat dari air PDAM yang langsung dibekukan tanpa dimasak terlebih dahulu.
Saat ini, BPOM masih melakukan uji laboratorium terhadap sampel di Lab BPOM Tabalong dan Banjarbaru untuk memastikan jenis bakteri yang terkandung di dalam es tersebut.
Menurut Taufiq, kejadian ini harus menjadi pelajaran dan edukasi penting bagi masyarakat agar lebih memperhatikan keamanan pangan.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk selalu memasak air terlebih dahulu sebelum dikonsumsi atau dijadikan es batu, guna menghindari kejadian serupa di kemudian hari.
Selain melakukan pemantauan, BPOM juga akan merekomendasikan hasil uji sampel kepada pemerintah daerah, sekaligus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait keamanan pangan.(Mat)
Tentang Netizen Borneo
📍 NETIZEN BORNEO — Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo
🌐 Website: www.netizenborneonews.com
📱 Instagram: @netizen_neo
🧵 Threads: @netizen_neo
🎥 TikTok: @netizen__neo
📘 Facebook: Netizen Borneo
📩 Email: netizen.neo@hotmail.com
💬 WhatsApp: 0896-4642-1855

