TARAKAN — Dua karyawan (barista) di sebuah kafe di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, diduga menjadi korban pelecehan oleh seorang pelanggan pada saat proses closing operasional, belum lama ini.

Salah satu korban mengungkapkan bahwa ia mengalami pelecehan verbal, sementara rekannya yang masih berstatus junior menjadi korban pelecehan fisik.

Kronologi Kejadian

Insiden bermula ketika seorang pelanggan yang disebut sering datang membeli kopi menunjukkan perilaku mencurigakan. Menurut keterangan korban, pelaku tampak gelisah, berbicara tidak teratur, dan bertingkah seperti berada di bawah pengaruh obat, meski tidak tercium aroma alkohol.

“Pelaku sudah bicara ngelantur dan sempat memanggil saya ‘sayang’ sebanyak dua kali. Junior saya juga dipanggil ‘sayang’, padahal dia bukan orang yang kami kenal,” ujar korban.

Pelecehan fisik kemudian terjadi ketika korban junior sedang merapikan kursi, meja, dan asbak di area luar bar. Pelaku tiba-tiba mendekat dan mengusap bagian bokong korban secara perlahan. Tindakan itu disaksikan langsung oleh korban pertama dari dalam bar.

“Saya melihatnya langsung dari dalam bar. Karena itu saya segera berlari keluar dan menghadang pelaku. Situasi langsung menjadi kacau,” jelasnya.

Belum Ada Keterangan Resmi dari Pihak Kafe

Pihak manajemen kafe hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah yang akan diambil setelah kejadian tersebut. Para korban menyampaikan bahwa mereka telah melakukan pelaporan kepada pihak berwajib untuk mencegah hal serupa terulang kembali.(Yun)

📍 NETIZEN BORNEO — Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo

🌐 Website: www.netizenborneonews.com

📱 Instagram: @netizen_neo

🧵 Threads: @netizen_neo

🎥 TikTok: @netizen__neo

📘 Facebook: Netizen Borneo

📩 Email: netizen.neo@hotmail.com

💬 WhatsApp: 0896-4642-1855