TARAKAN – Guncangan gempa berkekuatan 4,8 magnitudo dengan kedalaman 10 kilometer mengguncang Kota Tarakan, Kalimantan Utara, pada Rabu (5/11/25) sekitar pukul 17.37 WITA. Getaran kuat terasa di hampir seluruh wilayah kota dan membuat warga panik.

Rumah dan Fasilitas Umum Alami Kerusakan

Sejumlah rumah warga di Gang Dermaga, Kelurahan Gunung Lingkas, serta di RT 07 dan RT 09 Kelurahan Mamburungan mengalami kerusakan cukup parah. Beberapa dinding dan atap rumah retak, bahkan satu rumah roboh di bagian dapur.
Beberapa pertokoan juga terdampak; barang pecah belah tampak berserakan di lantai akibat guncangan kuat.

Kepanikan di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan

Di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan, pasien dan tenaga medis sempat berhamburan keluar ruangan. Alarm darurat rumah sakit berbunyi tak lama setelah getaran pertama dirasakan.
Salah satu pasien, Sofiya, mengatakan getaran terasa sangat kuat di bangsal perawatan tempatnya dirawat.

“Saya dibantu keluarga dan perawat untuk turun karena tangan masih diinfus. Untungnya kondisi saya sudah agak membaik, jadi tidak perlu dibopong,” ujarnya.

Menurut Sofiya, suasana panik terjadi di seluruh area rumah sakit. Beberapa pasien dengan kursi roda dan tandu dievakuasi ke halaman.

“Waktu gempa itu terasa banget, sampai peralatan medis bergoyang. Semua orang spontan keluar,” tambahnya.

Plafon Bandara Juwata Tarakan Roboh

Video yang beredar di media sosial menunjukkan plafon ruang tunggu Bandara Juwata Tarakan roboh akibat guncangan. Beberapa kursi dan panel tampak berantakan.
Manajemen bandara, Elisabet Florens, membenarkan adanya kerusakan ringan dan memastikan tidak ada korban jiwa.

“Dampaknya tidak signifikan, hanya sebagian plafon ruang tunggu yang terlepas. Aktivitas penerbangan tetap normal, dan pesawat terakhir mendarat dengan aman,” jelasnya.

BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Kepala BMKG Tarakan, Muhammad Sulam Hilmi, menegaskan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Berdasarkan hasil analisis, episentrum gempa berada di laut pada kedalaman 10 kilometer dan termasuk jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

“Kami tegaskan, gempa ini tidak berpotensi tsunami dan belum ada gempa susulan hingga saat ini,” ungkap Sulam Hilmi.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya.

“Secara teori, gempa susulan biasanya lebih kecil. Karena belum terdeteksi aktivitas susulan, masyarakat sudah bisa kembali ke rumah,” ujarnya.

Petugas Masih Lakukan Pemantauan

Hingga Rabu malam, petugas gabungan masih memantau sejumlah titik terdampak. Warga diimbau memeriksa kondisi bangunan sebelum masuk kembali, terutama bila terdapat retakan yang berpotensi membahayakan struktur rumah.(Yun)


📍 NETIZEN BORNEO — Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo
🌐 www.netizenborneonews.com
📱 Instagram & Threads: @netizen_neo
🎥 TikTok: @netizen__neo
📘 Facebook: Netizen Borneo
📩 Email: netizen.neo@hotmail.com | 💬 WhatsApp: 0896-4642-1855