MALINAU — Kebakaran besar melanda Pasar Pelangi, Desa Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Sabtu (18/10/2025) sekitar pukul 10.20 Wita. Api dengan cepat menjalar ke deretan lapak dan kios pedagang, menyebabkan 12 kios dan 4 toko ludes terbakar.

Asap tebal terlihat membumbung tinggi dari arah Jalan Panembahan, memaksa warga dan pedagang berlarian menyelamatkan barang dagangan.

Sekretaris Satpol PP dan Damkar Malinau, Roland Rudiyanto, menjelaskan kebakaran diketahui setelah laporan masyarakat masuk ke posko.

“Bisa dilihat di belakang total kios yang terbakar ada 12. Kemudian toko ada 4 yang terbakar dan ada beberapa rumah terdampak yang sempat kita amankan,” ungkap Roland di lokasi kejadian.


Petugas Damkar Terjatuh dari Atap Saat Pemadaman

Dalam proses pemadaman, suasana dramatis sempat terjadi. Seorang petugas pemadam kebakaran terjatuh dari atap saat berusaha memadamkan api di bagian tengah pasar.
Korban langsung dievakuasi ke RSUD Malinau untuk menjalani perawatan medis.

Selain itu, seorang warga mengalami luka bakar dan telah mendapatkan perawatan intensif. Dua anggota damkar lainnya juga mengalami luka ringan akibat terjatuh di lokasi.

Pantauan di lapangan menunjukkan ambulans Dinas Kesehatan dan petugas medis bolak-balik ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban dan memberikan pertolongan pertama.


Pemadaman Dikerahkan Total, Dapat Bantuan TNI-Polri dan Swasta

Roland menyebutkan, seluruh personel Damkar Malinau dikerahkan dalam proses pemadaman.
Mereka dibantu oleh TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, pihak PLTA, bandara, dan sejumlah perusahaan swasta di sekitar Malinau.

Sebanyak 12 unit armada pemadam dikerahkan, namun petugas menghadapi beberapa hambatan di lapangan.

“Hambatan terbesar justru gangguan dari masyarakat yang terlalu dekat dengan area pemadaman. Selang kami sempat ditarik-tarik, sehingga menyulitkan kami menangani api dengan cepat,” jelas Roland.

Proses pemadaman berlangsung selama empat jam, dengan fokus utama mencegah api menjalar ke rumah warga di sekitar pasar.


Penyebab Diduga dari Aktivitas Memasak

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, api diduga berasal dari aktivitas memasak di salah satu warung yang berada di sisi dalam pasar.
Kompor diduga meledak atau terjatuh, lalu membakar bahan mudah terbakar di sekitar lokasi seperti kain dan tumpukan kertas, membuat api cepat membesar.

“Dugaan sementara api berasal dari warung yang memasak menggunakan kompor. Karena bangunan dari bahan kayu, api cepat menjalar ke toko-toko sekitar,” jelas Roland.


Dampak dan Kerugian

Musibah ini menyebabkan puluhan pedagang kehilangan lapak. Data sementara mencatat 11 warung bagian luar, 8 lapak pedagang sayur bagian dalam, serta 5 lapak pedagang ikan dan ayam ikut terdampak.

Camat Malinau Kota, Muhamad Yusuf, yang turun langsung membantu evakuasi, menegaskan pentingnya evaluasi terhadap keamanan fasilitas pasar.

“Lokasi kebakaran ini berada di jantung aktivitas ekonomi warga. Pemerintah perlu memperkuat sistem proteksi kebakaran agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Hingga berita ini ditayangkan, tim pemadam dan aparat kepolisian masih melakukan pendinginan dan pendataan jumlah kerugian.(Yun)


📍 NETIZEN BORNEO — Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo
🌐 www.netizenborneonews.com
📱 Instagram & Threads: @netizen_neo | Threads
🎥 TikTok: @netizen__neo
📘 Facebook: Netizen Borneo
📩 Email: netizen.neo@hotmail.com
💬 WhatsApp: 0896-4642-1855