NUNUKAN — Polres Nunukan bersama Badan Pangan Nasional (BAPANAS) RI, Subdit Indagsi Polda Kaltara, dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan, Rabu (20/11), melakukan sidak terpadu untuk memantau jalur distribusi beras dari pasar, distributor, hingga pengecer.
Sidak ini dipimpin AKP Harry Arsa, S.Tr.K., S.I.K., Kasubdit Indagsi Polda Kaltara, didampingi tim BAPANAS, Unit Tipidter Satreskrim Polres Nunukan, dan instansi terkait. Kegiatan ini bertujuan mencegah lonjakan harga menjelang akhir tahun.
Tim memulai inspeksi dari Toko Amanah di Pasar Inhutani dan mengambil sampel beras Mawar Melati dan 2 Ketupat.
“Pengambilan sampel ini memastikan masyarakat mendapatkan beras yang memenuhi standar nasional,” jelas AKP Harry Arsa, Jumat (21/11).
Cek Gudang dan Penerapan HET
Tim meninjau gudang penyimpanan beras, memeriksa sirkulasi, kebersihan, dan tata letak karung. Tujuannya memastikan distributor menyimpan beras sesuai prosedur dan tidak ada penimbunan.
Pihak distributor diwajibkan menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai SK Kepala BAPANAS RI Nomor SK/375/2025. Tim juga menegaskan agar distributor tidak menaikkan harga atau membatasi suplai. Di tingkat pengecer, petugas fokus mengawasi beras SPHP sebagai instrumen stabilisasi harga.
Faktor Kenaikan Harga dan Stok Aman
AKP Harry Arsa menjelaskan kenaikan harga terjadi karena biaya akomodasi kapal swasta dari Sulawesi dan Surabaya, ongkos buruh angkut, serta kenaikan harga dari produsen. Struktur pasar yang bergantung transportasi laut membuat harga sensitif terhadap perubahan logistik.
Meskipun harga beberapa kategori naik, stok beras tetap aman. Pasokan dari Sulawesi dan Surabaya lancar karena kapal barang tiba secara berkala.
“Distribusi yang stabil menjadi faktor utama menjaga ketersediaan beras menjelang puncak konsumsi akhir tahun,” tambahnya.
Sidak Berlanjut untuk Komoditas Strategis
Pemerintah daerah memastikan pasar berjalan normal dan tidak ada indikasi penimbunan. Tim akan terus melakukan sidak untuk memantau dinamika harga pangan.
“Pengawasan ini tidak hanya menyoroti beras, tetapi juga komoditas strategis lain yang memengaruhi inflasi daerah,” kata AKP Harry Arsa.
Ia menegaskan sinergi antara BAPANAS, kepolisian, dan pemerintah daerah menjaga harga tetap terkendali.
“Dengan pengawasan intensif, pemerintah memastikan distribusi beras lancar dan tetap terjangkau masyarakat,” pungkasnya.(Epi)
Harga Beras di Nunukan:
- Beras medium: Rp15.400/kg (HET Rp14.000)
- Beras premium: Rp15.900/kg (HET Rp15.400)
- Beras SPHP: Rp13.000/kg (HET Rp13.100)

