TARAKAN — Seorang siswi SMP berinisial PA (13) di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh dua remaja putri. Orang tua korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tarakan.

IL (33), ibu korban, menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 11.00 Wita. Saat itu PA pulang lebih awal karena sekolah memperingati Hari Guru. Temannya kemudian membonceng PA dengan alasan ingin membeli es di sebuah kedai kawasan Pamusi.

Namun, setibanya di lokasi, PA justru mengalami tindak kekerasan. Berdasarkan pengakuan korban kepada ibunya, dua remaja perempuan menyerang PA akibat salah paham dan saling ejek. Salah satu pelaku berinisial L merasa tersinggung setelah membaca pesan pribadi PA kepada temannya.

“Anak saya kesakitan, susah tidur, dan trauma sampai tidak mau sekolah. Tapi pelaku masih bisa berkeliaran bebas,” ujar IL.

IL menambahkan bahwa polisi saat ini masih menunggu hasil visum untuk melengkapi berkas laporan. Ia juga menyebut upaya mediasi sempat dilakukan, tetapi belum menghasilkan penyelesaian yang memuaskan.

“Saya sudah ke Polres dan PPA. Polisi bilang tidak bisa menahan karena pelaku masih di bawah umur dan harus menunggu hasil visum. Saya hanya ingin keadilan. Minimal ada sanksi sosial atau hukum yang jelas agar ada efek jera,” tegas IL.

Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Ridho Pandu Abdillah, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyampaikan bahwa penyidik sedang memproses kasus ini.

“Iya, benar terkait kejadian tersebut,” singkatnya.

Hingga kini, proses penyelidikan masih berjalan, sementara pihak keluarga berharap kepolisian segera memberikan kepastian hukum bagi korban.(Yun)

📍 NETIZEN BORNEO — Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo

🌐 Website: www.netizenborneonews.com

📱 Instagram: @netizen_neo

🧵 Threads: @netizen_neo

🎥 TikTok: @netizen__neo

📘 Facebook: Netizen Borneo

📩 Email: netizen.neo@hotmail.com

💬 WhatsApp: 0896-4642-1855