PALANGKA RAYA — Puluhan peserta Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dilarikan ke RSUD Betang Pambelum, Minggu (23/11/2025). Mereka diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan kotakan yang dibagikan panitia kepada peserta asal Kota Palangka Raya.
Insiden ini terjadi usai rangkaian kegiatan Misa di GOR Indoor Serbaguna, yang merupakan lokasi utama penyelenggaraan Pesparani.
Gejala Mual Muntah Muncul Usai Misa
Salah satu orang tua pasien, Rusriendi (62), menceritakan bahwa anaknya, Julius Evan (31), mulai merasakan mual dan muntah berulang setelah makan sekitar pukul 11.30 WIB.
“Semua peserta dari Kota Palangka Raya, anak saya ikut nyanyi juga. Setelah menyantap makanan, dia muntah sampai delapan kali sebelum akhirnya harus dirawat,” ujar Rusriendi di IGD RS Betang Pambelum.
Menurutnya, makanan yang semula disiapkan untuk sarapan justru dibagikan mendekati siang hari, sehingga sebagian peserta baru mengonsumsinya setelah Misa.
“Empat kali muntah di rumah, empat kali lagi di sini. Dia kekurangan cairan dan harus diinfus,” tambahnya.
Ia mengapresiasi panitia yang segera mengarahkan peserta dengan gejala keracunan untuk mendapat penanganan medis.
Adapun isi makanan kotakan tersebut terdiri dari nasi, ayam suwir, bihun, telur dadar, dan pisang.
Jumlah Korban Terus Bertambah
Seorang orang tua peserta lain yang enggan disebut namanya juga mengungkapkan hal serupa. Anaknya mulai muntah-muntah sekitar dua jam setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan panitia.
“Anak saya makan jam 12. Dua jam kemudian dia mulai muntah-muntah,” ujarnya.
Makanan berupa nasi uduk dibagikan sekitar pukul 10.00 WIB sebelum Misa dimulai. Peserta yang makan lebih awal tercatat lebih dulu mengalami gejala dan langsung dirujuk ke rumah sakit.
Hingga Minggu malam, jumlah peserta yang menjalani perawatan tercatat mencapai 37 orang.
Panitia Lakukan Penelusuran Penyebab
Ketua Panitia Pelaksana Pesparani Kalteng, Sutoyo, mendatangi RS Betang Pambelum untuk memastikan kondisi para peserta. Namun, ia belum memberikan pernyataan resmi mengenai penyebab keracunan.
“Saya sudah dua jam di sini. Kenapa saya tidak mau beri statemen? Karena saya harus melihat dulu perkembangan mereka,” kata Sutoyo.
Hingga kini, panitia masih menelusuri penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut. Sementara itu, tenaga medis RS Betang Pambelum terus menangani peserta yang mengalami gejala mual, muntah, dan dehidrasi.(Ann)
📍 NETIZEN BORNEO — Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo
🌐 Website: www.netizenborneonews.com
📱 Instagram: @netizen_neo
🧵 Threads: @netizen_neo
🎥 TikTok: @netizen__neo
📘 Facebook: Netizen Borneo
📩 Email: netizen.neo@hotmail.com
💬 WhatsApp: 0896-4642-1855

