KATINGAN– Warga Desa Teluk Sebulu, Kecamatan Mendawai, digegerkan dengan penemuan mayat Nanang Kasmiran (30) di Sungai Meratus, Minggu (19/10) sekitar pukul 14.20 WIB. Tubuh korban terlihat dengan luka sayatan di leher.
Sehari sebelumnya, keponakan korban, Salbiah, menelpon sepupunya, Rashanjani, untuk mengabarkan bahwa pamannya muntah darah. Tak lama setelah itu, Nanang keluar rumah dan tidak kembali.
Rashanjani, bersama kerabatnya, Suryani, dan ayahnya, Subarjo, langsung mencari korban. Mereka menemukannya keesokan harinya mengapung di sungai. Setelah dievakuasi, keluarga membawa jenazah ke RS Pratama Desa Bangun Jaya untuk visum. Dokter menemukan luka sayatan di leher korban.
Kapolsek Mendawai, Iptu Eko Risnanto, mengatakan penyidik masih memeriksa saksi dan mendalami kasus untuk mengetahui penyebab kematian. “Kami masih menyelidiki apakah ini termasuk pembunuhan atau bukan,” ujarnya, Senin (20/10).
Polisi mengamankan beberapa barang bukti dari rumah dan lokasi kejadian. Barang-barang itu antara lain pakaian korban dengan bercak darah, telepon genggam Vivo Y12s, dan pisau dapur putih yang ditemukan di bawah bantal.
Keluarga menolak autopsi dan membuat surat pernyataan penolakan. Polisi menghormati keputusan keluarga dan melanjutkan penyelidikan.(Her)
📍 NETIZEN BORNEO — Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo
🌐 www.netizenborneonews.com
📱 Instagram & Threads: @netizen_neo | Threads
🎥 TikTok: @netizen__neo
📘 Facebook: Netizen Borneo
📩 Email: netizen.neo@hotmail.com
💬 WhatsApp: 0896-4642-1855

