Bontang — Seorang anak berusia 11 tahun di Jalan Family, Gang Keluarga 2 RT 01, Tanjung Limau, mengalami luka serius setelah disambar buaya saat berenang di sekitar kapalnya, sekitar pukul 17.00 WITA, Senin (24/11/2025). Korban selamat, namun harus menjalani penanganan medis intensif.

“Saya tidak tahu persis kejadiannya, karena saat itu kami sedang menangani evakuasi lebah. Namun kami menerima laporan bahwa anaknya sudah dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan 18 jahitan di paha serta engkel,” ujarnya.

Komandan Kompi Disdamkartan Bontang, Norman, membenarkan adanya insiden tersebut.

Kronologi Kejadian

Menurut informasi warga, korban sebelumnya bermain dan berenang di dekat kapalnya. Pada lompatan ketiga, seekor buaya tiba-tiba muncul dan menyambar kakinya.

“Anaknya selamat, tetapi mengalami beberapa sobekan luka,” tambah Norman.

Ketika petugas Damkar tiba di lokasi, buaya tersebut sudah tidak terlihat. Diduga hewan itu langsung kabur setelah banyak warga berdatangan ke area kejadian.

Kondisi Korban Terbaru

Pada Kamis (24/11/2025), kondisi korban sudah stabil dan tengah beristirahat di rumah usai mendapat perawatan di RS Amalia.

Syamsudin (47), ayah korban, menjelaskan bahwa luka yang dialami putranya tidak hanya di kaki kiri.

“Luka paling banyak memang di kaki kiri, terutama betis, dapat 15 jahitan. Kaki kanan juga ada luka di betis bagian atas,” jelasnya.

Sementara itu, ibu korban, Jumarni (37), masih sangat syok dengan kejadian tersebut.

“Kami tiba-tiba dengar teriakan keras. Setelah dia lepas dari buaya, dia langsung masuk rumah sambil menangis. Kakinya penuh darah,” ucapnya.

Kakak korban kemudian membawa adiknya ke rumah sakit menggunakan motor. Paman korban, Rusli, di sisi lain menghubungi petugas Damkar untuk meminta bantuan.

“Untung saja dia bisa segera ditangani di rumah sakit,” tambah Syamsudin.

Kesaksian Warga

Rusli, yang juga menjadi saksi di lokasi, menjelaskan bahwa buaya itu diperkirakan berukuran sekitar dua meter.

“Dia tiga kali menceburkan diri. Yang ketiga kali, buaya langsung menyambar,” ungkapnya.

Buaya Semakin Sering Terlihat

Menurut warga, kemunculan buaya di wilayah pesisir Tanjung Limau semakin sering terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Oleh karena itu, pihak keluarga berharap pemerintah bisa mengambil tindakan cepat.

“Takutnya nanti ada anak lain yang jadi korban,” kata Jumarni.

Imbauan Kewaspadaan

Norman dari Disdamkartan mengimbau masyarakat agar tidak bermain atau berenang di perairan pesisir.

“Buaya sering muncul akhir-akhir ini. Masyarakat harus lebih berhati-hati,” tegasnya.(Han)

📍 NETIZEN BORNEO — Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo

🌐 Website: www.netizenborneonews.com

📱 Instagram: @netizen_neo

🧵 Threads: @netizen_neo

🎥 TikTok: @netizen__neo

📘 Facebook: Netizen Borneo

📩 Email: netizen.neo@hotmail.com
💬 WhatsApp: 0896-4642-1855