SAMARINDA — Meski curah hujan Desember 2025 tergolong menengah, BMKG Samarinda meminta masyarakat tetap waspada. Potensi cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung hingga awal 2026, terutama pada puncak hujan Desember–Januari dan kembali meningkat Maret–April 2026.

Hujan Menengah, Potensi Ekstrem Tetap Ada

Kepala Stasiun BMKG Samarinda, Riza Arian Noor, mengatakan pengamatan curah hujan 10 harian menunjukkan intensitas menengah. Namun, atmosfer yang tidak stabil bisa memicu hujan lebat mendadak. Hal ini berisiko menimbulkan banjir, genangan, dan gangguan aktivitas masyarakat.

“Curah hujan Desember berkisar menengah. Meski begitu, cuaca ekstrem tetap mungkin terjadi karena kondisi atmosfer dinamis,” jelas Riza.

Faktor Pemicu Hujan Ekstrem

Riza menjelaskan, hujan lebat dipicu pola awan lokal, interaksi suhu laut, kelembaban udara, dan pergerakan angin regional. Samarinda memang tidak berada di jalur siklon tropis, tapi hujan lebat tetap bisa muncul.

“Siklon tidak langsung memengaruhi Samarinda karena kita di ekuator. Meski demikian, hujan lebat tetap berpotensi terjadi,” ujarnya.

Ia mencontohkan siklon di Sumatera sebelumnya, yang menimbulkan curah hujan ekstrem 300–400 milimeter dalam satu hari, setara akumulasi bulanan di banyak daerah.

“Curah hujan sebulan bisa turun dalam satu hari. Dampaknya tentu menimbulkan bencana,” tegasnya.

Potensi Banjir Sepanjang Tahun

BMKG mencatat, hujan di atas 50 mm/hari bisa terjadi sepanjang tahun. Riza menekankan, risiko banjir juga tergantung drainase, kapasitas sungai, dan tata ruang kota.

“Januari–Mei masih berpotensi hujan lebat. Di Mei, meski banjir besar jarang, curah hujan tinggi tetap tercatat,” tambahnya.

Sebaran Hujan Merata

Hampir seluruh wilayah Samarinda berpotensi hujan tinggi. Karakter geografis kota kecil dan dikelilingi sungai besar membuat hujan lebat memengaruhi hampir semua area.

“Penanganan banjir harus menyeluruh, termasuk pompa, normalisasi drainase, dan kanal air,” jelas Riza.

Langkah Antisipasi dan Informasi

BMKG mendorong masyarakat memperkuat informasi cuaca dan literasi peringatan dini. Info tersedia di website resmi BMKG, media sosial, dan grup pesan instan.

“Kami rutin memberikan peringatan harian. Bila cuaca berubah cepat, informasi langsung disampaikan,” ujar Riza.

BMKG juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, dan lembaga kebencanaan untuk penanganan cepat dan terukur.(Ari)

Pesan Kesiapsiagaan

Riza mengingatkan warga agar tetap waspada, terutama yang tinggal di bantaran sungai, cekungan, dan daerah rawan banjir. Masyarakat disarankan memperbarui info cuaca, membersihkan saluran air, dan mengamankan barang penting saat hujan lebat berkepanjangan.

“Cuaca berubah cepat, tapi kesiapsiagaan tidak boleh kendur. Informasi sudah tersedia, tinggal ditindaklanjuti demi keselamatan bersama,” tutupnya.

📍 NETIZEN BORNEO — Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo

🌐 Website: www.netizenborneonews.com

📱 Instagram: @netizen_neo

🧵 Threads: @netizen_neo

🎥 TikTok: @netizen__neo

📘 Facebook: Netizen Borneo

📩 Email: netizen.neo@hotmail.com

💬 WhatsApp: 0896-4642-1855