SAMARINDA — Bubuhan Gojek Samarinda (BUDGOS) akhirnya angkat suara setelah video asusila yang menggunakan atribut Gojek viral di media sosial. Ketua komunitas, Ivan, menyatakan kekecewaannya terhadap penyalahgunaan atribut yang mencoreng nama baik driver Gojek Samarinda.

“Jadi pertama sih kita menyikapinya, eh itu sangat disayangkan lah,” ujar Ivan.

Ia menambahkan bahwa aktivitas pribadi yang bersifat privasi seharusnya tidak melibatkan atribut ojek online.

“Kami sangat sayangkan kenapa harus menggunakan atribut ojek online khususnya Gojek lah, dan itu membuat eh citra ojek online jadi tercemarkan seperti, dan itu bisa berdampak terhadap keseluruhan eh ekosistem daripada ojek online yang ada di Samarinda ini,” katanya.

Selain itu, Ivan mengungkapkan bahwa pelaku merupakan anggota komunitas mereka.

“Kebetulan juga pelaku ini, itu anggota kami juga, anggota di perkumpulan kami juga,” lanjutnya.

Seiring viralnya video, perusahaan Gojek telah mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.

“Dari perusahaan aplikasi di Gojek, pelaku ini sudah diputus mitra. Ini jadi tidak lagi bekerja sebagai pengemudi di Gojek Samarinda,” tutup Ivan.(Ari)

Tentang Netizen Borneo

📍 NETIZEN BORNEO — Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo

🌐 Website: www.netizenborneonews.com

📱 Instagram: @netizen_neo

🧵 Threads: @netizen_neo

🎥 TikTok: @netizen__neo

📘 Facebook: Netizen Borneo

📩 Email: netizen.neo@hotmail.com

💬 WhatsApp: 0896-4642-1855