SAMARINDA — Sebuah truk dilaporkan menabrak portal pembatas tinggi kendaraan di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) sisi Loa Janan, Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 19.30 Wita. Padahal, portal tersebut belum genap 24 jam dipasang oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Sebagai informasi, Pemprov Kaltim mulai memfungsikan portal pembatas tersebut sekitar pukul 12.00 Wita siang hari. Kebijakan ini menyusul penutupan sementara jembatan untuk membatasi kendaraan berat seiring berlangsungnya pemeriksaan struktur jembatan.
Portal Sudah Disosialisasikan
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR-Pera Kaltim, Muhammad Muhran, menegaskan bahwa pemasangan portal dan penutupan jembatan sudah disosialisasikan sejak awal.
Menurutnya, sosialisasi melibatkan berbagai pihak, mulai dari kepolisian, Satlantas, Satpol PP, hingga pemberitaan di media massa dan media sosial.
“Imbauan sudah kita sampaikan. Dari Lantas juga sudah, dari Satpol PP juga. Media juga sudah memberitakan,” kata Muhran.
Masih Ada Sopir yang Belum Tahu
Meski demikian, Muhran tidak menutup kemungkinan masih ada pengendara, khususnya sopir truk, yang belum sepenuhnya memahami kondisi terbaru di lapangan.
Selain itu, ia menyebut keterbatasan sarana pemantauan turut menjadi kendala. Pasalnya, lokasi kejadian belum dilengkapi CCTV.
“Kita juga tidak tahu kondisi pastinya seperti apa. Apalagi di titik itu belum ada CCTV. Tapi harapan kami, masyarakat bisa memahami kenapa jembatan ini harus ditutup sementara,” ujarnya.
Demi Keselamatan dan Aset Jembatan
Lebih lanjut, Muhran menegaskan bahwa pemasangan portal setinggi 2,45 meter semata-mata dilakukan demi keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga aset jembatan milik Pemprov Kaltim.
“Saya khawatir kalau sampai ada orang yang terkena besi portal itu. Ini soal keselamatan. Jadi mohon dipahami, penutupan ini demi keamanan pengguna jalan dan kepentingan aset jembatan,” tegasnya.
Portal Akan Segera Diperbaiki
Terkait portal yang tertabrak, pihak DPUPR-Pera Kaltim memastikan akan segera melakukan perbaikan dan memasang kembali portal tersebut.
Untuk sementara, portal yang digunakan masih sama. Namun demikian, pihaknya akan melakukan evaluasi pada dudukan portal agar lebih kuat dan tidak mudah terlepas jika tertabrak kendaraan.
“Portalnya cukup berat dan kuat. Kendalanya ada di dudukan karena masih diletakkan saja, belum dibaut atau dilas. Ini yang sedang kami pikirkan supaya ke depan lebih kuat,” terangnya.
Petugas Sempat Tidak Berada di Lokasi
Menjawab pertanyaan terkait tidak adanya petugas di lokasi saat insiden terjadi, Muhran menjelaskan bahwa petugas sebenarnya telah berjaga sejak pagi hingga siang hari.
Namun, kejadian berlangsung mendekati waktu Magrib, saat petugas sedang beristirahat.
“Dari pagi sampai siang petugas ada di lapangan. Kejadian ini kebetulan terjadi mendekati Maghrib,” katanya.
Soal Jalur Alternatif Truk
Sementara itu, Muhran juga menanggapi keluhan sopir truk terkait jalur alternatif melalui Jembatan Mahakam IV, yang memiliki pembatasan jam operasional truk dari pukul 22.00 hingga 05.00 Wita.
Menurutnya, pengaturan lalu lintas bukan kewenangan DPUPR-Pera Kaltim.
“Untuk rekayasa lalu lintas itu menjadi kewenangan Dinas Perhubungan dan kepolisian. Kami menyiapkan aset jembatan, sementara pengaturannya ada di Dishub dan Lantas,” kata Muhran.(Ari)
Tentang Netizen Borneo
📍 NETIZEN BORNEO — Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo
🌐 Website: www.netizenborneonews.com
📱 Instagram: @netizen_neo
🧵 Threads: @netizen_neo
🎥 TikTok: @netizen__neo
📘 Facebook: Netizen Borneo
📩 Email: netizen.neo@hotmail.com
💬 WhatsApp: 0896-4642-1855

