NUSANTARA – Data Global Forest Watch yang diolah GoodStats mencatat Kalimantan Barat (Kalbar) kehilangan sekitar 4,2 juta hektare tutupan pohon sepanjang 2001–2024. Angka tersebut menempatkan Kalbar sebagai provinsi dengan kehilangan hutan terbesar kedua di Indonesia, berada tepat di bawah Riau.
Hilangnya tutupan pohon dalam jumlah besar tidak hanya menggerus ekosistem, tetapi juga memicu risiko bencana. Akibat deforestasi, wilayah semakin rentan terhadap banjir dan longsor, seperti yang baru-baru ini terjadi di sejumlah daerah di Sumatera. Tanpa keberadaan pohon yang mampu menyerap air, tanah lebih mudah tergerus dan aliran permukaan meningkat drastis saat hujan lebat.
Menariknya, empat provinsi di Kalimantan—Kalteng, Kaltim, Kalbar, dan Kalsel—masuk dalam daftar 10 besar kehilangan tutupan pohon secara nasional. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap hutan di Pulau Kalimantan berlangsung merata dan sangat tinggi.
Secara nasional, lima provinsi teratas mencatat kehilangan lebih dari 19 juta hektare tutupan pohon. Skala kerusakannya sangat besar, setara hampir 70 persen luas Pulau Jawa. Bahkan, tiga provinsi Kalimantan—Kalbar, Kalteng, dan Kaltim—secara kolektif menyumbang hampir setengah total kehilangan tutupan pohon Indonesia.
Selain itu, beberapa wilayah lain seperti Aceh dan Sulawesi Tengah yang sebelumnya dikenal memiliki hutan primer luas, kini juga menunjukkan tren kehilangan signifikan.(Far)
Sumber: Global Forest Watch
📍 NETIZEN BORNEO — Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo
🌐 Website: www.netizenborneonews.com
📱 Instagram: @netizen_neo
🧵 Threads: @netizen_neo
🎥 TikTok: @netizen__neo
📘 Facebook: Netizen Borneo
📩 Email: netizen.neo@hotmail.com
💬 WhatsApp: 0896-4642-1855

