BONTANG — Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyoroti meningkatnya perilaku gemulai di kalangan siswa laki-laki. Ia menilai fenomena itu berpotensi menimbulkan krisis identitas jika sekolah tidak segera melakukan pembinaan.

Neni meminta para guru berperan aktif dalam membentuk karakter siswa. Ia menegaskan bahwa pendidik tidak hanya mengajar pelajaran, tetapi juga menanamkan nilai moral dan sikap sesuai jati diri remaja.


Fenomena yang Mulai Dinormalisasi

Neni mengaku prihatin karena masyarakat mulai menganggap perilaku gemulai sebagai hal yang wajar. Ia bahkan menemukan contoh saat lomba Duta Genre, di mana banyak peserta laki-laki menampilkan gerakan yang lembut.

“Kemarin, saat lomba Duta Genre, yang tampil kok gemulai semua. Kalau terus dibiarkan, anak-anak bisa kehilangan jati diri,” ujar Neni.

Ia sudah menyampaikan kekhawatirannya kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar persoalan ini menjadi perhatian bersama.


Program Pembinaan Khusus

Pemerintah Kota Bontang akan menjalankan program pembinaan karakter bagi siswa laki-laki yang menunjukkan perilaku gemulai. Neni menggandeng Satpol PP untuk membuat kegiatan yang menanamkan disiplin dan ketegasan.

“Kami akan adakan latihan baris-berbaris, kunjungan ke rudal, dan kegiatan lain supaya mereka belajar tentang sikap tegas dan tanggung jawab,” jelasnya.


Dinas Pendidikan Lakukan Pendataan

Dinas Pendidikan Bontang mulai mendata siswa yang akan mengikuti program tersebut. Neni menyebut, rencana pembinaan itu akan dibahas lagi dalam rapat koordinasi bersama seluruh pihak terkait.

“Kami sudah menyampaikan ke Dinas Pendidikan, dan besok rencananya kami rapatkan lagi,” tutupnya.(Han)


📍 NETIZEN BORNEO — Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo
🌐 Website: www.netizenborneonews.com
📱 Instagram & Threads: @netizen_neo
🎥 TikTok: @netizen__neo
📘 Facebook: Netizen Borneo
📩 Email: netizen.neo@hotmail.com
💬 WhatsApp: 0896-4642-1855