BERAU – Satreskrim Polres Berau mengamankan seorang pemuda berinisial A yang diduga mencabuli belasan anak di bawah umur. Petugas mengamankan pelaku tepat saat ia mendarat di Bandara Kalimarau pada Jumat (14/11).
Modus Operandi dan Kronologi Penangkapan
Kasi Humas Polres Berau AKP Ngatijan menjelaskan bahwa pelaku membawa korban ke kosannya di Kecamatan Tabalar.
“Pelaku menakut-nakuti korban agar menuruti keinginannya,” ujar Ngatijan, Senin (17/11).
Meski hanya dua korban yang melapor, pelaku mengakui perbuatannya terhadap 18 anak usia sekolah.
“Kami masih mendalami kebenaran pengakuan pelaku,” tegas Ngatijan.
Profil Pelaku yang Mengejutkan
Masyarakat mengenal A sebagai pemuda berprestasi yang baru saja menerima penghargaan dari Gubernur Kalimantan Timur. Ia juga aktif sebagai pembina pramuka dan pernah menyandang gelar runner up duta budaya tahun 2022.
“Seluruh korban merupakan anak laki-laki. Kami sedang meneliti apakah mereka berasal dari satu sekolah atau beberapa sekolah berbeda,” jelas Ngatijan.
Ancaman Hukum dan Respons Pemerintah
Polisi menjerat A dengan Pasal 82 ayat (2) jo Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
“Ancaman hukuman bisa mencapai lebih dari 10 tahun penjara,” tegas Ngatijan.
Bupati Berau Sri Juniarsih menyatakan akan mencabut semua gelar prestasi A.
“Proses hukum harus tetap berjalan sesuai undang-undang,” tegasnya.
Respons Organisasi dan Langkah Preventif
Ketua Kwarcab Pramuka Berau, Syarifatul Syadiah, mengaku syok dengan kasus ini.
“Kami akan memberikan pendampingan kepada korban dan menggelar rapat internal,” ujarnya.
Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, berjanji akan melibatkan psikolog dalam proses seleksi duta.
“Ke depannya, kami akan libatkan ahli psikologi untuk mencegah hal serupa,” pungkasnya.(Lla)
📍 NETIZEN BORNEO — Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo
🌐 Website: www.netizenborneonews.com
📱 Instagram: @netizen_neo
🧵 Threads: @netizen_neo
🎥 TikTok: @netizen__neo
📘 Facebook: Netizen Borneo
📩 Email: netizen.neo@hotmail.com
💬 WhatsApp: 0896-4642-1855

