SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan pembangunan dua rumah sakit baru di Kutai Barat dan Samarinda. Proyek ini masuk dalam program Jospol peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, dengan total anggaran sebesar Rp497 miliar, dan ditarget rampung pada 2027.

Langkah ini diambil untuk menjawab semakin tingginya kebutuhan layanan kesehatan dan masih terbatasnya fasilitas kesehatan di beberapa wilayah Kaltim.


RS Baru Kutai Barat Dibangun di Lahan 70 Hektare

Pemprov Kaltim mengalokasikan Rp297 miliar untuk pembangunan rumah sakit baru di Kecamatan Bongan, Kutai Barat, yang berdiri di atas lahan seluas 70 hektare milik Kementerian Transmigrasi.

Pemerintah daerah bersama Pemkab Kutai Barat sedang memproses perubahan status lahan menjadi HPL agar dapat dihibahkan ke Pemprov dan digunakan sebagai lokasi rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menyampaikan bahwa progres pembangunan sudah memasuki tahap finalisasi Detail Engineering Design (DED). Pengerjaan konstruksi ditarget dimulai pada pertengahan 2025.

“Rumah sakit ini diharapkan menjadi fasilitas rujukan baru untuk wilayah Bongan, Jempang, Siluq Ngurai, dan daerah pedalaman lain yang selama ini harus menempuh perjalanan panjang untuk mendapat layanan medis,” jelas Jaya.

Rumah sakit akan dibangun dengan instalasi rawat inap, IGD, serta fasilitas penunjang lainnya pada tahap awal.


RSUD AMS II Samarinda Naik Kelas Jadi Tipe B

Selain pembangunan RS baru di Kutai Barat, Pemprov Kaltim juga menyiapkan peningkatan RSUD Aji Muhammad Salehuddin (AMS) II di Samarinda—yang lebih dikenal sebagai RS Korpri—menjadi rumah sakit tipe B.

Pengembangan ini bertujuan mengurangi beban rujukan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie, yang selama ini menjadi pusat rujukan utama.

“RS AMS II akan dilengkapi 24 layanan kompetensi, termasuk layanan jantung dan hemodialisis,” kata Jaya Mualimin.

Peningkatan fasilitas mencakup penambahan ruang operasi, perluasan IGD, serta penyediaan fasilitas diagnostik yang lebih lengkap.


Penambahan SDM Kesehatan: CPNS, ASN Mutasi, hingga BLUD

Selain membangun fisik rumah sakit, Pemprov Kaltim juga menyiapkan penambahan SDM kesehatan.

Saat ini Kutai Barat hanya memiliki sekitar 70 tenaga kesehatan. Untuk mengisi kebutuhan di fasilitas baru, pemerintah menyiapkan beberapa jalur rekrutmen, seperti:

  • Seleksi ASN/CPNS
  • Penempatan PNS dan PPPK yang ingin kembali ke daerah asal
  • Rekrutmen tenaga BLUD

“Kita siapkan tenaga dari berbagai jalur agar saat beroperasi, semua layanan sudah terisi,” ujarnya.


Pembangunan Mulai 2026, Target Beroperasi 2027

Tahap konstruksi dua rumah sakit ini dijadwalkan mulai pertengahan 2026, setelah DED selesai. Target penyelesaian adalah tahun 2027, sebelum masuk tahap penguatan layanan hingga 2029.

Pembangunan ini merupakan bagian dari Jospol, yang menggabungkan program layanan kesehatan gratis dengan penguatan infrastruktur strategis.

“Premi layanan gratis sudah berjalan. Infrastruktur sekarang kita perkuat,” ujar Jaya.


Mahakam Ulu Juga Bersiap Bangun Rumah Sakit Baru

Selain dua proyek Pemprov, Kabupaten Mahakam Ulu juga dijadwalkan membangun rumah sakit baru pada 2026 menggunakan anggaran pemerintah pusat.

“Mahulu juga akan membangun rumah sakit baru dari Kementerian Kesehatan,” tambah Jaya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan di Kaltim akan terus dilanjutkan hingga 2030 untuk memastikan layanan kesehatan merata di seluruh wilayah.(Riz)

📍 NETIZEN BORNEO — Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo

🌐 Website: www.netizenborneonews.com

📱 Instagram: @netizen_neo

🧵 Threads: @netizen_neo

🎥 TikTok: @netizen__neo

📘 Facebook: Netizen Borneo

📩 Email: netizen.neo@hotmail.com

💬 WhatsApp: 0896-4642-1855