KUBU RAYA — Insiden pelemparan bom molotov yang mengganggu aktivitas belajar mengajar di SMP Negeri 3 Sungai Raya mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kubu Raya.

KPAD Kubu Raya langsung turun ke lokasi untuk memberikan pendampingan psikologis kepada para siswa yang terdampak, termasuk terduga pelaku.

KPAD Pastikan Kondisi Psikologis Anak Tetap Aman

Ketua KPAD Kubu Raya, Diah Savitri, menyampaikan bahwa pihaknya masih mendalami peristiwa tersebut sembari memastikan kondisi anak-anak tetap aman.

“Kami masih mendalami kejadian ini. Hari ini juga dilakukan pendampingan psikologi terhadap anak-anak,” kata Diah, Selasa (4/2/2026).

Selain itu, KPAD menjalin koordinasi dengan pihak sekolah serta instansi terkait guna menciptakan ruang aman bagi siswa, mengingat kejadian tersebut berpotensi menimbulkan trauma.

“Kami memberikan anak tempat yang aman, melakukan pendampingan psikologi, dan langkah-langkah lain agar mereka merasa terlindungi,” ujarnya.

Pemulihan Psikologis Jadi Prioritas

Diah menegaskan bahwa pemulihan kondisi psikologis anak menjadi prioritas utama agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.

“Kami ingin anak-anak bisa kembali belajar dengan tenang. Sekolah harus menjadi ruang aman bagi mereka,” tegasnya.

Polisi Lakukan Olah TKP dan Penyelidikan

Sebelumnya, suara ledakan keras menghebohkan aktivitas belajar mengajar di SMPN 3 Sungai Raya. Polisi menduga ledakan tersebut berasal dari bom molotov yang dilemparkan oleh terduga pelaku yang kini telah diamankan.

Meski api tidak sempat merambat ke bangunan utama sekolah, kejadian itu sempat memicu kepanikan di kalangan siswa dan guru.

Aparat kepolisian segera menerjunkan tim Laboratorium Forensik Polda Kalbar bersama tim Inafis Polres dan Polres Kubu Raya untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

“Saat ini tim Labfor Polda Kalbar dan Inafis sedang melaksanakan olah TKP,” kata Wakapolres Kubu Raya, Andri Syahroni.

Ia menambahkan bahwa seorang terduga pelaku telah diamankan di Polsek Sungai Raya. Namun, polisi masih mendalami kronologi serta motif kejadian tersebut.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan pendalaman,” tambahnya.

Andri juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya.

“Kami harap masyarakat tetap tenang dan melakukan pengecekan ulang terhadap informasi yang beredar,” pungkasnya.

Hingga saat ini, pihak sekolah masih meliburkan kegiatan belajar mengajar, sementara aparat kepolisian tetap berada di lokasi untuk melanjutkan proses penyelidikan.(Vns)

Tentang Netizen Borneo

📍 NETIZEN BORNEO — Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo

🌐 Website: www.netizenborneonews.com

📱 Instagram: @netizen_neo

🧵 Threads: @netizen_neo

🎥 TikTok: @netizen__neo

📘 Facebook: Netizen Borneo

📩 Email: netizen.neo@hotmail.com

💬 WhatsApp: 0896-4642-1855