PALANGKA RAYAΒ β Kobaran api meluluhlantakkan gudang PT Intiboga Mandiri di Jalan G Obos Induk No.68, Palangka Raya, Jumat (11/9/2026) dini hari. Bangunan penyimpanan logistik berisi berbagai produk makanan itu hangus terbakar dengan kerugian sementara ditaksir mencapai Rp5,5 miliar.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Letak gudang yang berada tepat di belakang Kantor BRI Unit G Obos membuat kepulan asap dan kobaran api langsung mengundang perhatian warga.
Karyawan Terbangun akibat Teriakan Warga
Peristiwa itu pertama kali diketahui setelah karyawan yang berjaga, Arifky Dwi Wahyono (24), terbangun akibat teriakan warga yang melintas di sekitar lokasi.
“Saya ketiduran, mendengar suara orang teriak kebakaran dari luar,” katanya.
Begitu keluar, Arifky berusaha menyelamatkan armada truk operasional yang digunakan mengangkut produk logistik bermerek Indofood. Ia melakukannya sebelum api semakin membesar.
Petugas Berjibaku Selama Berjam-jam
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya bersama relawan BPK, Dinas Kehutanan Kalteng, BPBD, TNI dan Polri langsung bergerak melakukan pemadaman. Api baru berhasil dijinakkan sekitar pukul 09.00 WIB setelah petugas berjibaku selama berjam-jam.
Diduga Korsleting Listrik
Kabid Pemadaman Disdamkarmat Kota Palangka Raya, Alfrianto, mengungkapkan hasil investigasi awal mengarah pada dugaan korsleting listrik sebagai pemicu kebakaran.
Berdasarkan pemeriksaan lokasi, keterangan saksi, rekaman CCTV dan sejumlah barang bukti, titik awal api diduga muncul dari instalasi listrik di bagian kanan belakang gudang.
Di area tersebut ditemukan tiga lampu neon panjang dengan instalasi kabel yang tersambung ke jaringan CCTV. Sebagian kabel diketahui menggunakan kabel serabut yang tidak standar. Sambungan antar-kabel juga tidak dilengkapi pembatas atau pemutus arus.
“Kondisi seperti itu berpotensi menimbulkan panas di titik sambungan, apalagi kalau sambungannya longgar. Kemungkinan kabel digigit tikus hingga terbuka juga tidak menutup kemungkinan menjadi penyebab korsleting,” jelas Alfrianto.
Konstruksi Kayu dan Tumpukan Logistik Percepat Api
Ia menambahkan, api dengan cepat menguasai bangunan karena sebagian besar konstruksi gudang menggunakan material kayu. Tumpukan produk makanan, minyak goreng dan logistik lain juga menjadi bahan bakar yang mempercepat penyebaran api.
Hingga kini penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lanjutan. Sementara itu, estimasi kerugian sebesar Rp5,5 miliar masih bersifat sementara. Nilai tersebut akan diperbarui setelah proses pendataan terhadap bangunan, kendaraan serta seluruh barang yang terbakar rampung.(Ana)
π NETIZEN BORNEO β Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo
π Website: www.netizenborneonews.com
π± Instagram & Threads: netizen_neo
π₯ TikTok: netizen__neo
π© Email Redaksi: netizen.neo0@gmail.com
π¬ WhatsApp Redaksi: 0821-3555-5475

