LOA KULU – Pergeseran tanah kembali terjadi di kawasan Dusun Margasari, Kelurahan Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (31/8/2026). Peristiwa ini berdampak pada dua rumah warga di tepian Sungai Mahakam, dengan satu rumah tenggelam seluruhnya dan rumah lainnya mengalami kerusakan pada bagian dapur.
Peristiwa terjadi di kawasan poros Tenggarong-Loa Janan, Jalan Jenderal Sudirman, sekitar pukul 16.30 WITA. Hingga setelah kejadian, tanah di sekitar lokasi disebut masih mengalami pergerakan, sehingga potensi longsoran susulan masih cukup besar.
Satu Rumah Tenggelam Total, Rumah Lain Rusak Parah
Kepala Desa Jembayan, Erwin, mengatakan lokasi pergeseran tanah berada di sebelah hilir titik ruas jalan yang sebelumnya mengalami amblas pada 15 Agustus 2026. “Amblas ini yang kemarin juga tapi ke sebelah hilir,” sebutnya.
Erwin menegaskan kejadian terbaru tidak berkaitan dengan pelebaran atau perluasan titik jalan yang sebelumnya amblas. Pergeseran kali ini terjadi di bagian tepian sungai dan berdampak langsung terhadap bangunan rumah warga.
“Jadi ada satu rumah robo dan satu rumah lagi itu dapurnya yang rubuh,” serunya.
Rumah yang terdampak paling parah mengalami kerusakan total hingga akhirnya tenggelam ke Sungai Mahakam. Sementara rumah kedua masih berdiri, tetapi dapurnya telah roboh. Bahkan, bagian utama rumah kedua juga mulai menunjukkan adanya pergerakan tanah.
Korban Selamat, Namun Barang Tak Sempat Diselamatkan
Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, pergerakan tanah yang berlangsung cepat membuat penghuni rumah tidak memiliki cukup waktu untuk menyelamatkan barang-barang mereka.
Pada rumah yang tenggelam, seluruh barang disebut tidak sempat dievakuasi. Sedangkan dari rumah yang dapurnya roboh, sejumlah barang turut tenggelam karena sebagian besar perabot disimpan di area dapur.
“Kalau rumah yang tenggelam total itu gak sempat diselamatkan apa-apa. Begitu juga yang dapurnya terdampak itu, karena sebagian besar barangnya ditaruh di dapur jadi tidak sempat diselamatkan,” serunya.
Warga Diimbau Mengungsi, Pemerintah Desa Laporkan ke Camat
Sebagai langkah antisipasi, para penghuni rumah terdampak telah meninggalkan kediaman mereka untuk mengungsi. Erwin juga mengimbau warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai agar sementara waktu mencari tempat yang lebih aman karena kondisi tanah belum stabil.
“Ya nanti kita hubung itu segera, apa ya, ya pindah dulu sementara lah. Karena bahaya,” ujarnya.
Erwin berharap Pemerintah Kabupaten Kukar melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dapat segera melakukan penanganan. Salah satu opsi yang dinilai perlu dipertimbangkan adalah relokasi warga yang bermukim di kawasan tepian sungai.
“Tapi kalau untuk keselamatan sih harus direlokasi,” tegas Erwin.
Pemerintah Desa Jembayan telah melaporkan kondisi tersebut kepada Camat Loa Kulu. Laporan tersebut selanjutnya akan diteruskan kepada Pemerintah Kabupaten Kukar untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
“Sementara itu, baru lapor ke Pak Camat nanti pak camat yang akan meneruskan ke Pemkab,” kata Erwin.(Sbr)
📍 NETIZEN BORNEO — Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo
🌐 Website: www.netizenborneonews.com
📱 Instagram & Threads: netizen_neo
🎥 TikTok: netizen__neo
📩 Email Redaksi: netizen.neo0@gmail.com
💬 WhatsApp Redaksi: 0821-3555-5475

