BONTANG – Perkelahian sesama petugas pemadam kebakaran (Damkar) terjadi di Pos Loktuan, kawasan pelabuhan, Senin (31/8/2026) malam. Insiden berdarah ini berujung aksi penikaman yang mengakibatkan dua petugas harus mendapat perawatan di Rumah Sakit Pupuk Kaltim (RS PKT).

Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan persoalan awal dipicu oleh salah seorang petugas yang dinilai tidak bersih saat mencuci pakaian dan perlengkapan setelah bertugas.

Cekcok Masalah Sepele, Berujung Baku Hantam

Saat pergantian shift, petugas yang baru datang memprotes kondisi perlengkapan tersebut. Perlengkapan yang telah digunakan sebelumnya disebut langsung dijemur tanpa dibersihkan dengan baik. Kondisi itu kemudian memicu emosi salah seorang petugas hingga perkelahian tidak dapat dihindarkan.

“Masalah karena tidak bersih saja mencuci perlengkapan. Terus petugas lainnya komplain. Lelah karena habis bertugas, emosi tidak mereda,” ucap Amiluddin.

Seorang petugas yang terlibat perkelahian mengalami luka pada bagian dada. Sementara petugas lainnya yang berusaha melerai justru ikut menjadi korban dengan luka tusuk pada bagian paha.

Kerap Bawa Sangkur untuk Jaga Malam

Seorang narasumber yang mengetahui kejadian tersebut menyebut salah seorang petugas yang terlibat diketahui kerap membawa senjata tajam. “Sering bawa badik,” ujarnya.

Namun, Amiluddin menjelaskan benda tersebut merupakan sangkur yang biasa dibawa petugas shift malam untuk berjaga. “Sangkur yang dibawa juga bukan sajam yang bagaimana. Itu untuk mereka berjaga saja,” pungkasnya.

Kedua Korban Dilarikan ke RS PKT

Kedua korban kemudian dibawa ke RS PKT untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti kondisi terkini kedua korban.

Berdamai dan Sanksi Disiplin

Diketahui, kedua petugas yang terlibat perkelahian berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pasca kejadian, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan tidak melanjutkan perkara tersebut ke pihak berwajib.

Amiluddin mengatakan kedua petugas telah mendapatkan peringatan keras dan sanksi disiplin agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Narasumber yang menyampaikan informasi ke media berharap kejadian ini menjadi perhatian agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di lingkungan kerja.

“Saya info ke media, supaya ke depan tidak terjadi lagi,” tuturnya.(Han)


📍 NETIZEN BORNEO — Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo
🌐 Website: www.netizenborneonews.com
📱 Instagram & Threads: netizen_neo
🎥 TikTok: netizen__neo
📩 Email Redaksi: netizen.neo0@gmail.com
💬 WhatsApp Redaksi: 0821-3555-5475