BALIKPAPANย โ Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Balikpapan mengerahkan Kapal Negara (KN) SAR Wisanggeni untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan terhadap KM Virgo Transport 8. Kapal dengan rute Surabaya-Banjarmasin itu mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa, Minggu dini hari (13/9/2026).
KM Virgo Transport 8 hilang kontak sekitar pukul 01.00 hingga 02.00 WIB/WITA. Sebelum hilang kontak, nakhoda melaporkan kapal dalam kondisi miring dan menghadapi cuaca buruk. Kapal kemudian diduga tenggelam di perairan Banjarmasin.
Basarnas Balikpapan Terima Radiogram
Kepala Kantor Basarnas Kelas A Balikpapan, Dody Setiawan, mengatakan pihaknya menerima radiogram dari Kantor SAR Banjarmasin. Radiogram tersebut berisi permintaan dukungan dalam operasi pencarian dan pertolongan.
“Jadi Kantor SAR Balikpapan diminta dukungan dalam mendukung operasi pencarian dan pertolongan tersebut,” kata Dody.
Sebagai bentuk dukungan, Basarnas Balikpapan memberangkatkan KN SAR Wisanggeni pada Minggu siang. Kapal tersebut membawa personel gabungan. Personel terdiri atas 14 anak buah kapal (ABK), 10 personel tim rescue Basarnas Balikpapan, serta tiga personel dari potensi SAR di Balikpapan.
“Jadi onboard di KN SAR Wisanggeni 28 orang,” ujar Dody.
Peralatan Lengkap Disiapkan
Dody menjelaskan Kepala Kantor SAR Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator (SMC) akan mengoordinasikan seluruh pergerakan operasi pencarian dan pertolongan. Tim dari Basarnas Balikpapan yang berada di atas KN SAR Wisanggeni juga membawa berbagai peralatan untuk mendukung proses pencarian.
Peralatan tersebut mencakup perlengkapan penyelamatan, peralatan pencarian di permukaan air, serta peralatan penyelaman. Basarnas menyiapkan semua itu untuk mengantisipasi kebutuhan operasi di lokasi kejadian.
“Jadi apabila dibutuhkan, kami siap,” kata Dody.
Jarak Tempuh 280 Nautical Mile
Berdasarkan pemetaan awal, jarak tempuh KN SAR Wisanggeni menuju lokasi pencarian diperkirakan mencapai sekitar 280 nautical mile atau mil laut. Dengan kondisi tersebut, perjalanan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 18 jam.
“Untuk lokasi, jarak tempuh setelah kita plot di peta itu kurang lebih sekitar 280 nautical mile, jadi lama perjalanan sekitar 15 sampai 18 jam,” jelasnya.
Dody menambahkan durasi operasi pencarian akan menyesuaikan kondisi di lapangan. Operasi selanjutnya berjalan di bawah koordinasi SAR Mission Coordinator dari Kantor SAR Banjarmasin.
“Untuk lama operasi pencarian disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Ini nanti tergantung dari pelaksanaan, dalam hal ini selaku koordinator misi pencarian adalah Kepala Kantor SAR Banjarmasin,” pungkas Dody.(Ind)
๐ NETIZEN BORNEO โ Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo
๐ Website: www.netizenborneonews.com
๐ฑ Instagram & Threads: netizen_neo
๐ฅ TikTok: netizen__neo
๐ฉ Email Redaksi: netizen.neo0@gmail.com
๐ฌ WhatsApp Redaksi: 0821-3555-5475

